Sejarah

Pertanyaan

Sebab ekspansi masa khulafaurrasyidin

1 Jawaban

  • 1.         Islam mengandung ajaran-ajaran dasar yang tidak hanya mempunyai sangkut-paut dengan soal hubungan manusia dengan Tuhan dan soal hidup manusia sesudah hidup pertama sekarang. Tetapi Islam, sebagaimana kata H.A.R. Gibb, adalah agama yang mementingkan soal pembentukan masyarakat yang berdiri sendiri lagi mempunyai sistem pemerintahan, undang-undang dan lembaga-lembaga sendiri.[38] Dengan kata lain, seperti kata Philip K. Hitti, Islam bisa dilihat dari tiga corak, yaitu corak aslinya sebagai agama; kemudian menjadi suatu negara (state), dan akhirnya sebagai suatu kebudayaan. [39]Islam di Mekkah memang baru mempunyai corak agama, tetapi di Medinah coraknya bertambah dengan corak negara. Dalam corak negara itulah, Islam pun kian lama penyebarannya kian meluas. Sedangkan Islam di Bagdad, corak agama dan negara itu ditambahkan lagi dengan corak kebudayaan dan peradaban.

    2.         Terdapat keyakinan yang kuat tentang kewajiban menyampaikan ajaran-ajaran Islam sebagai agama baru ke seluruh dunia. Keyakinan itulah yang bersemayam dalam hati para sahabat Nabi Muhammad seperti Abu Bakar, Umar, dan lain-lain. Keyakinan tersebut kemudian diperkuat dengan faktor suku-suku Arab di zaman Jahiliyah yang cenderung pemberani serta gemar berperang antara sesama mereka.[40] Namun karena suku-suku itu telah dipersatukan dalam Islam sehingga mereka tidak lagi berperang satu sama lain, maka mereka pun memilih pihak lain sebagai “musuh” bersama, yaitu orang-orang non-Islam di luar jazirah Arab. Dengan demikian, Islam pun menjadi kekuatan militer baru di dunia yang mampu mengalahkan dua kekuatan dunia waktu itu, yaitu Imperium Romawi (Bizantium) dan Imperium Persia.

    3.         Kedua negara itu pada zaman itu telah memasuki fase kelemahannya. Kelemahan itu timbul bukan hanya karena peperangan, yang semenjak beberapa abad senantiasa telah terjadi antara keduanya, tetapi juga karena faktor-faktor dalam negeri. Jika di daerah-daerah yang berada di bawah kekuasaan Bizantium terdapat pertentangan-pertentangan agama; di Persia di samping pertentangan agama terdapat pula persaingan antara anggota-anggota keluarga raja untuk merebut kekuasaan. Hal-hal ini membawa kepada pecahnya keutuhan masyarakat di kedua negara itu.

    4.         Kebijakan-kebijakan pihak Kerajaan Bizantium untuk memaksakan aliran keagamaan membuat rakyat merasa kehilangan kemerdekaan beragama. Di samping itu, rakyat juga dibebani dengan pajak yang tinggi guna menutupi anggaran perang Kerajaan Bizantium dengan Kerajaan Per­sia. Hal-hal ini membuat timbulnya perasaan tidak senang dari rakyat di daerah-daerah yang dikuasai Bizantium terhadap kerajaan ini. Kondisi rakyat demikian menjadi memudahkan Islam untuk diterima sebagai agama dan penguasa alternatif yang diharapkan mampu membebaskan mereka.

    5.         Adanya permintaan dari wilayah tertentu kepada Imperium Islam saat itu untuk membebaskan mereka dari rezim tiran yang berkuasa di wilayah tersebut. Hal ini misalnya terjadi pada kasus ekspansi Islam di Spanyol. Saat itu penguasa Kristen di sana bertindak lalim kepada rakyatnya sehingga kedatangan pasukan Islam di sana betul-betul diharapkan agar membebaskan mereka dari penindasan sang penguasa. Apalagi ke manapun kekuatan Islam datang, ia mem-proklamirkan ajakan kebebasan manusia dari penyembahan kepada selain Allah, dan memandang seluruh manusia sama serta menghormatinya apapun warna kulit dan rasnya.

Pertanyaan Lainnya