Salah satu anggota walisanga yang mengembangkan ilmu suluk dalam bentuk puisi yaitu
IPS
Carole46461
Pertanyaan
Salah satu anggota walisanga yang mengembangkan ilmu suluk dalam bentuk puisi yaitu
1 Jawaban
-
1. Jawaban YotubersGamers
Kata suluk, berasal dari bahasa Arab yang secara etimologis berarti cara atau jalan. Tapi bisa juga berarti kelakuan atau tingkah laku.Dalam tasawuf, suluk berarti jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Gusti Allah Swt. Menurut buku “Ensiklopedi Islam” yang diterbitkan PT.Ichtiar Baru Van Hoeve - Jakarta, istilah suluk digunakan untuk suatu kegiatan tertentu oleh seseorang agar ia dapat mencapai suatu ihwal (keadaan mental) atau makam tertentu.
Agama Islam disebarkan ke Indonesia terutama pulau Jawa oleh para ulama tasawuf melalui pendekatan budaya yang halus lagi indah, lembut menyusup ke relung hati dan kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa menimbulkan gejolak. Para ulama awal yang kemudian oleh masyarakat Jawa disebut sebagai para wali itu, memiliki metode dakwah dan komunikasi yang bagus. Dengan metode itu meskipun bukan asli Jawa, dengan cepat mereka mempelajari dan menguasai tata nilai dan budaya Jawa, kemudian menyusup serta mengembangkannya dengan corak dan tata nilai baru yang terus berkembang menjadi tata nilai dan budaya Jawa yang kita kenal sekarang.
Dalam tulisan berjudul “Sunan Bonang, Cucu Ulama Samarkand Yang Berdakwah Dengan Mengembangkan Budaya Jawa”, serta beberapa tulisan lain mengenai Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan “Tongggak-Tonggak Awal Tasawuf Jawa”, telah saya uraikan bagaimana cara berdakwah Sunan Bonang yang didukung oleh muridnya, yaitu Sunan Kalijaga dan cucu muridnya yakni Sunan Muria. Karena yang dihadapi adalah masyarakat yang memeluk Hindu – Budha atau Syiwa – Budha, mereka menyusupkan nilai-nilai keislaman ke dalam adat istiadat dan tata kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat Islam yang telah kafah lagi rasional dewasa ini, cara itu tentu tidak masuk akal. Bagaimana mungkin silsilah para nabi misalkan, disusupkan dan melebur dengan silsilah para dewa dalam kisah wayang Mahabarata karangan manusia, selanjutnya menurunkan suku Jawa. Tetapi suka tidak suka, nyatanya legenda itu bisa diterima dan dipercaya masyarakat pada masa itu, dan melalui itu pelan-pelan agama Islam masuk, menggeser nilai-nilai Syiwa – Budha.
Semoga Membantu.