sinopsis mengapa kau culik anak kami
B. Indonesia
dhea904
Pertanyaan
sinopsis mengapa kau culik anak kami
1 Jawaban
-
1. Jawaban VINZ0204
Sudah setahun lebih, me-nga-pa ka-u cu-lik-an-ak ka-mi? mengapa kau culik anak kami? Ini pertanyaan yang tak akan bisa dijawab. Apa bisa pertanyaan ini dijawab seseorang yang merasa memberi perintah menculiknya? Apa bisa seseorang mengakui dengan jujur: Aku perintahkan agar mereka diculik, karena mereka berani-beraninya menggugat kekuasanku. Mereka itu kurang ajar!. Bisakah, bisakah seseorang yang berkuasa mengakui kangkuhannya…?”(Dialog Bapak dalam naskah Mengapa Kau Culik Anak Kami?)Bagaimanakah mekanisme sebuah penculikan terjadi? Darimana datangnya gagasan menculik itu? Apakah penculikan itu dipelajari secara sistematis? Apakah penculikan itu dilakukan setelah direncanakan secara baik dan matang? Atau hanya dari keisengan beberapa orang? Siapakah yang patut disalahkan? Orang yang menyuruh atau anak buahnya? Atas dasar apa? Sikap kritis? Apakah sikap kritis bisa berbahaya bagi Negara? Apa atau siapakah Negara yang dimaksud? Apakah……Pertanyaan-pertanyaan diatas, merupakan bagian kecil kegelisahan Bapak dan Ibu selaku korban (tidak langsung) sebuah penculikan yang terjadi pada anaknya. Secara psikologis, mereka mengalami depresi karena kehilangan anak bungsu mereka. Bukanlah karena sakit atau kecelakan kendara, melainkan karena anaknya hilang atas sebuah sebab peperangan kepentingan politik.Selayaknya orang tua, mereka mencoba mendidik Satria dengan idealism yang cukup tinggi, mulai dari kecil sampai masuk perguruan tinggi. Di sanalah, satria belajar banyak hal selayaknya mahasiswa, termasuk menjadi bagian dari dunia pergerakan. Satria menjadi sosok yang berkarakter, kritis dan keras, ia pun menjadi orang penting di kaumnya. Beberapa kali ia memimpin demonstrasi, di sanalah ia mulai dikenal dan namanya mencuat sehingga masuk ke dalam sebuah daftar. Daftar nama-nama orang yang mesti “diambil”.Setahun berlalu semenjak Satria menghilang, beragam upaya telah dilakukan untuk mencari Satria, tetapi hasilnya nihil tidak ada kejelasan, bahkan pihak berwenang Nampak tidak serius menanggapi kasus Satria. Kini Bapak dan Ibu hanya ditinggalkan kenangan manis sosok Satria (masa kecil sampai remaja). Meski begitu, perasaan dan kesadaran mereka tetap mempertanyakan, apakah Satria masih hidup atau sudah mati.