Sejarah

Pertanyaan

sebutkan perlawanan rakyat indonesia dengan memakai strategi gerilya

1 Jawaban

  • Mata pelajaran: IPS Sejarah

    Kelas: VII SMP

    Kategori: perlawanan rakyat Indonesia

    Kata kunci: perlawanan rakyat, Indonesia, strategi gerilya  

    Kode kategori berdasarkan kurikulum KTSP: 11.3.6

    =========================================

     

     

    JAWABAN:

     

     

    perlawanan rakyat indonesia dengan memakai strategi gerilya yaitu PERANG DIPONEGORO atau PERANG JAWA.  

     

    PEMBAHASAN LEBIH LANJUT:

     


    Perang Diponegoro berlangsung dari tahun 1925 hingga tahun 1930. Penyebab khusus dari perang diponegoro atau perang jawa ialah Belanda memasang patok di tanah makam leluhur dari Pangeran Diponegoro.

     

    Raden Mas Ontowiryo adalah nama kecil dari Pangeran Diponegoro. Dia merupakan keturunan dari Sultan Hamengkubuwono III. Nama asli Sultan Hamengkubuwono III adalah Pangeran Adipati Anom.  Beliau lahir di Yogyakarta tanggal 17 November tahun 1785. Beliau saat masih kecil diasuh oleh Ratu Ageng Janda Hamengkubuwono I.


    Pangeran Diponegoro merupakan keturunan darah biru namun dia sangat dekat dengan rakyat. Saat menginjak usia remaja, Pangeran Diponegoro merasa sedih karena rakyat menderita. Belanda mengambil tanah-tanah rakyat sebagai perkebunan mereka. Pangeran Diponegoro tidak suka dengan Belanda.

     

    Sebab-sebab umum Perang Diponegoro:rakyat menderita akibat pemerasan Belanda dengan menarik pajak. Bagi rakyat, pajak yang pungut sangatlah tinggi. Belanda juga mengadakan kerja paksa.

     

    Jalannya perang Perang Diponegoro:
    Pembantu-pembantu Pangeran Diponegoro adalah Kiai Mojo, Sentot Ali Basa Prawirodirjo, dan Pangeran Mangkubumi. Pusat pergerakan ialah di Selarong. Sistem yang dipergunakannya adalah perang gerilya dan perang sabil.

     

    Pangeran Diponegoro mendapat bantuan sepenuhnya dari Kiai Maja (Penasehat bidang keagamaan), Pangeran Mangkubumi (kalangan istana), dan Sentot Ali Basyah Prawiradja (Panglima Perang). Demikian pula para ulama dan para bangsawan turut berjuang bersama-sama dengan Pangeran Diponegoro.  

              

    Pada tahun 1827, di bawah pimpinan Jenderal Van De Kock, Belanda menjalankan siasat perang benteng stelsel. Benteng stelsel adalah strategi yang diterapkan Belanda ketika menghadapi pemberontakan Diponegoro, dimana untuk setiap daerah yang baru ditaklukan langsung didirikan sebuah benteng. Benteng tersebut berfungsi sebagai pertahanan dan awal penyerangan ke daerah berikutnya.

     

               Pangeran Diponegoro juga dianggap penyelamat negara dan seorang pemimpin yang besar sehingga mendapat julukan "Sultan Abdul Hamid Erucokro Amirulmukmin Syayidin Panotogomo Kalifatulah Tanah Jawa.

     

    Penggunaan strategi Benteng Stelsel pada satu sisi berhasil mempercepat peperangan yang banyak menghabiskan biaya, dengan menjepit kedudukan musuh sekaligus dapat mengendalikan wilayah yang dikuasai, namun sisi lain taktik ini memberi dampak pada pengerahan tenaga kerja paksa yang yang banyak terutama untuk membangun infrastruktur dalam mendukung strategi tersebut.


    Berdasarkan dokumen Belanda yang dikutip oleh ahli sejarah, perang ini menewaskan sekitar 200.000 orang warga Pribumi. Sementara korban tewas di pihak Belanda berjumlah 8.000. Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh oleh Belanda selama masa penduduknya di Nusantara.

     

     

    Semoga bermanfaat :)

    (Lt)

     


Pertanyaan Lainnya