Sejarah

Pertanyaan

Sultan agung hanyokrokusomo pernah mencoba mengisi voc dari Batavia

1 Jawaban

  • Mata pelajaran: IPS Sejarah

    Kelas: VII SMP

    Kategori: kerajaan bercorak islam di indonesia

    Kata kunci: Sultan agung hanyokrokusomo, voc, Batavia  

    Kode kategori berdasarkan kurikulum KTSP: 11.3.2

    =========================================

     

    JAWABAN:

     

     

    Sultan agung hanyokrokusomo pernah mencoba mengusir voc dari Batavia yakni pada 27 Agustus 1628.

     

     

    PEMBAHASAN LEBIH LANJUT:

     

     

    Sultan Agung lahir pada tahun 1593 di Kotagede, Kesultanan Mataram. Beliau meninggal pada bulan januari tahun 1593. Ayah beliau bernama Prabu hanyakrawati (Raja Mataram Islam ke2) dan ibunya bernama Ratu Mas Adi Dyah Banawati (putri Pangeran Benawa raja Pajang). Nama kecil dari Sultan Agung adalah Raden Mas Jatmika. Beliau dikenal pula dengan nama Raden Mas Rangsang. 

     

    Di umur 20 tahun Raden Mas Jatmika diangkat menjadi Raja Mataram menggantikan ayahnya pada tahun 1613 dengan bergelar ``Panembahan Hanyakrakusuma``. Pada tahun 1624, setelah penaklukan Madura, Raden Mas Jatmika berganti gelar menjadi ``Susuhunan Agung Hanyakrakusuma``. Pada tahun 1640, Raden Mas Jatmika mengganti gelar menjadi ``Sultan Agung Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman``. Setahun kemudian mendapat gelar dari pemimpin Ka`bah di Makkah dengan nama ``Sultan Abdullah Muhammad maulana Mataram``.


    Raden Mas Jatmika merupakan seorang raja yang memiliki kesadaran tentang pentingnya kesatuan wilayah seluruh tanah Jawa. Dalam periode kepemimpinanaya banyak terjadi proses penaklukan untuk berbgai wilayah ditanah Jawa. Hampir seluruh wilayah Pulau jawa dari Pasuruan sampai Cirebon berhasil masuk dalam wilayah kekuasaannya. Begitupula daerah pesisir seperti Surabaya dan Pulau Madura masuk dalam wilayah daulat pemerintahannya.

     

    Pada masa pemerintahannya, Mataram juga menjalin kerjasama dan hubungan diplomatic dengan kerajaan lain, seperti Makasar yang merupakan kerajaan terkuat di Sulawesi dalam bentuk perdagangan. Sultan Agung mempersatukan wilayah bukan hanya dari jalur militer, namun juga melalui strategi kebudayaan. Karya Sultan Agung yakni Kalender Jawa Islam yang merupakan perpaduan Kalender Hijriah yang dipakai Jawa pesisir utara dengan Kalender Saka yang dipakai penduduk pedalaman pulau Jawa. Sultan Agung ahli dalam bidang sastra sebagai tuntunan hidup ketununannya dalam naskah mistik Sastra Gending. Beliau juga meletakkan pondasi perekonomian pada sector pertanian, sebagai sebuah kewajaran, karena kerajaannya berada pada wilayah pedalaman.

     

    Raja terbesar dinasti kerajaan Mataram Islam ialah Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya. Penjajah Belanda melalui V.O.C sudah masuk ke tanah Jawa dan berhasil menguasai Jayakarta dan mengganti dengan nama Batavia. Awalnya terjadi hubungan perdagangan antara Kerajaan Mataram dengan V.O.C. Namun terjadi perbedaan pandangan hingga akhirnya terjadi perseteruan.

     

     Sultan Agung memerintahkan untuk menyerang Batavia yang dikuasai V.O.C pada 27 Agustus 1628 dengan menunjuk Tumenggung Bahureksa (Bupati Kendal) sebagai pimpinannya. Bulan Oktober tiba lagi pasukan Mataram di Batavia dipimpin Pangeran Mandurareja yang merupakan cucu Ki Juru Martani. Total pasukan Mataram saat itu sebesar 10.000 prajurit dan terjadi peperangan di benteng Holandia.

     

    Karena kurangnya perbekalan, pasukan mataram mengalami kekalahan. Setelah kegagalan penyerangan pertama, Beliau melakukan evaluasi. Bulan Mei 1629, Mataram mengirimkan kembali pasukan ke Batavia dipimpin Adipati Ukur, yang disusul pada bulan Juni 1629 oleh pasukan yang dipimpin Adipati Juminah. V.O.C memusnahkan semua lumbung padi  sehingga Mataram mengalami kekalahan untuk kedua kalinya. Sultan Agung menuliskan Sastra Gending sebagai wejangan dan tuntunan kehidupan anak turunnya. Pada tahun 1645 seusai pembangunan Astana Imogiri Sultan Agung wafat dan menjadi penghuni pertama Astana Imogiri.

     

     

    Semoga bermanfaat :)

    (Lt)

     

Pertanyaan Lainnya