berlatih pernapasan sebaiknya dilakukan dalam posisi
Seni
HelmiRifqi52
Pertanyaan
berlatih pernapasan sebaiknya dilakukan dalam posisi
1 Jawaban
-
1. Jawaban khuzalifebbria
Istilah Mengosongkan Pikiran
Kebanyakan orang yang akan belajar Pernafasan sudah bertanya tentang teknik Pernafasan dan cara “mengosongkan pikiran“. Pikiran manusia itu tidak dapat dikosongkan saat dia sadar. Pikiran perlu diberi tugas yang bermanfaat agar tidak melayang-layang. Pengertian mengosongkan pikiran yang dimaksud yaitu pikiran tidak dibebani dengan berbagai urusan sehari-hari. Orang setelah bekerja seharian akan merasa lelah pikiran dan badannya, biasanya setelah tidur beberapa jam sudah segar kembali. Dalam keadaan tubuh lelah orang juga tidak dapat berlatih Pernafasan.
Apabila badan lelah lebih baik istirahat dan tidur. Orang bisa berlatih Pernafasan setelah bangun pagi dan masih cukup waktu untuk berlatih. Berlatih Pernafasan tidak boleh dalam situasi tergesa-gesa. Sebaliknya, bagi orang yang perlu naik kereta api atau bis dalam waktu lama dapat mengisi waktu dengan berlatih Pernafasan. Waktu yang terbuang dapat dimanfaatkan untuk berlatih Pernafasan dengan teknik tertentu, tanpa mengganggu kelancaran pekerjaan.
Saat orang berlatih Pernafasan untuk sementara melepaskan urusan keseharian dan pekerjaan. Tugas pikiran diganti dengan memperhatikan realitas yang berada dalam tubuh kita. Pikiran kita dapat diberi tugas untuk memperhatikan nafas kita sendiri. Setiap tarikan nafas kita perlu kita perhatikan dan kita cermati. Perlu diperhatikan bahwa memperhatikan nafas tidak berarti menghitung berapa detik kuat menahan nafas. Berlatih Pernafasan tidak berlatih menahan nafas, dan tidak ada latihan menahan nafas dalam teknik Pernafasan ini.
Pernafasan yang perlu dipantau yaitu udara yang masuk ke paru-paru harus melalui dua lubang hidung. Kita rasakan udara itu masuk melalui hidung terus masuk ke paru-paru kita.
Latihan Awal
Tentukan waktu yang longgar, malam hari, sore, atau pagi. Waktu latihan itu sebaiknya sama setiap hari agar tidak lupa. Usahakan latihan pada tempat yang sama. Saat latihan duduklah dengan tenang, badan dan kepala lurus. Boleh duduk di kursi atau duduk sila di lantai. Perhatikan tubuh anda mulai dari kepala sampai ujung jari tangan dan kaki. Menarik nafas melalui dua lubang hidung dan membuang nafas juga melalui dua lubang hidung. Pikiran dan perasaan memperhatikan nafas juga memperhatikan seluruh bagian tubuh secara bertahap. Perhatikan dan kendorkan otot-otot tubuh Anda mulai dari kepala terus turun keselesluruh tubuh. Perhatikanlah, adakah bagian tubuh yang terasa sakit, terasa pegal atau terasa nyeri dan sebagainya. Latihan ini adalah latihan supaya pikiran kita dan perasaan menyatu dengan tubuh kita, dan kita mengenali tubuh kita sendiri.
Perlu diperhatikan bahwa saat berlatih Pernafasan telinga tidak boleh memperhatikan suara dari luar, seperti suara jam dinding atau yang lainnya. Nafas juga tidak boleh ditahan. Menarik nafas harus dalam, tetapi tidak boleh dipaksa. Tariklah nafas sedalam-dalamnya semampu Anda tanpa dipaksa. Apabila nafas dipaksakan akibatnya nafas menjadi tersengal-sengal. Nafas yang dalam dan teratur, apabila setiap hari dilatih semakin panjang juga nafas itu. Menarik nafas dan mengeluarkan nafas tidak boleh bersuara. Menarik nafas dan mengeluarkan nafas harus pelan-pelan. Telinga bertugas untuk mengontrol suara nafas. Apabila nafas masih berbunyi berarti menarik atau mengluarkan nafasnya masih terlalu cepat
Dalam menjalani hidup kita sehari-hari tubuh kita ini hanya menjadi alat. Kita hanya ingat tubuh kita saat sakit, atau saat kita beraktivitas. Latihan awal ini adalah suatu usaha untuk mengenali tubuh kita sendiri saat kita tidak beraktivitas. Kita perlu mendekatkan pikiran kita dengan perasaan kita, dan mendekatkan juga dengan tubuh jasmani kita. Ada orang berpendapat bahwa bersenang-senang, makan makanan lezat itu, piknik itu untuk menyenangkan tubuh jasmani. Menurut saya itu tidak benar. Tubuh itu hanya menjadi alat untuk kepuasan emosi dan nafsu. Kekesalan emosi sering menyebabkan orang tidak semangat bekerja. Bersenang-senang hanyalah memanjakan emosi, tetapi badan jasmani menjadi korban. Biasanya badan jasmani bisa beristirehat saat orang tidur, saat pikiran dan perasaan tidak bekerja. Tubuh, pikiran, hati nurai, nafsu, dan perasaan adalah komponen hidup yang harus bekerja sama. Kerja sama antara semua komponen ini itu dapat diwujudkan dengan latihan pengendoran otot-otot dan pernafasan.
Sikap tubuh saat latihan perlu diperhatikan. Latihan bisa dilakukan dengan duduk di kursi atau bersila. Yang penting kepala dan badan harus lurus. Apabila keadaan badan lelah bisa berlatih dengan berbaring telentang atau tubuh miring ke arah kanan. Posisi jantung dibagian atas supaya pekerjaan jantung lebih ringan. Latihan dalam posisi berbaring biasanya berlanjut dengan tertidur hal itu tidak masalah. Asalkan tidak setiap kali latihan dalam posisi berbaring. Latihan Pernafasan yang benar tidak boleh tertidur, kalu tertidur itu termasuk gagal.